Senin, 29 Juni 2015

PERBEDAAN JIN BIASA DENGAN JIN QORIN

PERBEDAAN JIN BIASA DENGAN JIN QORIN! 
ILUSTRASI JIN QORIN!
ILUSTRASI JIN QORIN!
Nabi Muhammad -shallallahu ‘alaihi wa sallam- menjelaskan bahwasanya setiap diri manusia pasti memiliki Qorin dari golongan jin.
Dari Ibnu Mas’ud -radhiallahu’anhu-, Nabi Muhammad -Shallallahu ‘alaihi wa sallam- telah bersabda: “Setiap orang di antara kalian telah diutus untuknya seorang qorin (pendamping) dari golongan jin.” Para shahabat bertanya: “Termasuk Anda, wahai Rasulullah?” Beliau menjawab:
وَإِيَّايَ إِلاَّ أَنَّ اللَّه أَعَانَنِي عَلَيْهِ فَأَسْلَمَ فَلا يَأْمُرنِي إِلاَّ بِخَيْرٍ
“Termasuk saya, hanya saja Allah membantuku untuk menundukkannya, sehingga dia masuk Islam. Karena itu, dia tidak memerintahkan kepadaku kecuali yang baik.” (Hadits Riwayat Muslim).
Rasulullah -shallallahu ‘alaihi wa sallam- bersabda:
ما منكم من أحد إلاوقد وكل به قرينه من الجن
“Setiap orang di antara kalian telah diutus untuknya seorang qorin (pendamping) dari golongan jin”. (Hadits Riwayat Muslim).
Imam An-Nawawi mengatakan: “Dalam hadis ini terdapat peringatan keras terhadap godaan jin qorin dan bisikannya. Nabi -shallallahu ‘alaihi wa sallam- memberi tahu bahwa dia bersama kita, agar kita selalu waspada sebisa mungkin”. (Syarh Shahih Muslim, 17:158).
Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Munajid menjelaskan:
“Berdasarkan perenungan terhadap berbagai dalil dari Al-Qur’an dan As-Sunnah dapat disimpulkan bahwa tidak ada tugas bagi jin qorin selain menyesatkan, mengganggu, dan membisikkan was-was (bisikan syaitan). Godaan jin qorin ini akan semakin melemah, sebanding dengan kekuatan iman pada disi seseorang.” (Fatawa Islam, tanya jawab, no. 149459).
Saya (Admin) yang dhoif ini alhamdulillah diberi ilham dari Rabku untuk menjelaskan karateristik Jin Qarin dan Jin Biasa. Berikut ini penjelasannya:
Kareteristik jin Qarin:
– Tidak diberi kemampuan dari Allah Ta’ala untuk menyakiti tubuh manusia.
– Tidak diberi kemampuan dari Allah Ta’ala untuk membuat manusia kesurupan.
– Jin Qorin tidak dapat dimusnahkan/dibunuh dengan bacaan Ruqyah sebab sudah menjadi ketentuan Allah akan mendampingi tiap manusia sampai dia meninggal dunia.
– Bisikannya dapat dinetralisir dengan dzikir dan doa (jika Qarinnya kafir) namun tidak dapat dihilangkan 100%.
– Seluruh Qorin membisikkan kejahatan kecuali Qorin pada para nabi termasuk Qorin Rasulullah hanya bisa membisikkan kebaikan.
– Bisikan Qorin berupa dorongan/gerak hati untuk melakukan suatu dosa. Contohnya ada niat dalam hati untuk berzinah dengan pacar, waspadai ini bisikan qorin.
– Bisikan Qorin juga bisa menyamar menjadi bisikan hati. Contoh: seorang berbicara dalam hatinya: “udah haus nih kayaknya batalin aja puasa hari ini udah ga tahan lagi” padahal dia sedang berpuasa, waspadai ini bisikan qarin.
– Bahkan setiap Ulama’, ustadz, para peruqyah atau masyarakat awam tetap memiliki qarin yang membisikkan kejahatan. Yang jika Ulama’, ustadz, peruqyah atau masyarakat awam banyak berdzikir maka semua bisikan/gerak hati dari perbuatan qorin dapat dinetralisir (tidak tergoda).
– Bisikan Qorin sangat samar dan tidak dapat diajak dialog.
– Bisikan Qorin membuat was-was (godaan bisikan syaitan) bagi manusia.
– Bisikan Qorin tidak memiliki kemampuan untuk menghina Allah dan Rasul-Nya.
– Qorin memiliki kemampuan untuk membuat angan-angan kosong pada manusia.
Karateristik Jin bukan Qorin (jin biasa):
– Memiliki kemampuan untuk menyakiti tubuh manusia.
– Memiliki kemampuan untuk membuat manusia kesurupan.
– Dapat diusir, dimusnahkan atau dibunuh dengan bacaan Ruqyah.
– Bisikan Jin bukan Qorin (jin biasa) sangat jelas di telinga dan bisa diajak dialog.
– Bisikan Jin bukan Qorin bisa dihilangkan 100% dengan dzikir dan doa.
– Bisikan Jin bukan Qorin membisikkan kejahatan pada seluruh manusia namun tidak diberi Kemampuan oleh Allah untuk membisikkan kejahatan pada para Nabi. (Jika ada jin bukan qorin mendekati sang nabi, niscaya dia bisa ditangkap oleh para nabi bahkan dicekik sebagaimana jin (jin biasa / jin yang bukan qorin) yang mendekati Rasulullah SAW ketika sholat ditangkap dan dicekik oleh Rasulullah SAW).
– Bisikan Jin biasa berupa dorongan/gerak hati untuk melakukan suatu dosa. Contohnya ada niat dalam hati untuk berzinah dengan pacar, waspadai ini bisikan qarin.
– Bisikan jin biasa juga bisa menyamar menjadi bisikan hati. Contoh: Seorang berbicara dalam hatinya: “udah haus nih kayaknya batalin aja puasa hari ini udah ga tahan lagi” padahal dia sedang berpuasa, waspadai ini bisikan qarin.
– Tidak setiap orang dapat diperdaya jin biasa, jika ada seseorang membaca do’a perlindungan maka jin biasa (bukan qorin) benar-benar tidak dapat mendekati dan mempengaruhi manusia.
– Bisikan jin biasa memiliki kemampuan untuk menghina Allah dan Rasul-Nya.
– Jin biasa juga memiliki kemampuan untuk membuat angan-angan kosong dan was-was pada manusia.


satu lagi mengenai perbedaan yang paling utama antara jin Biasa dengan jin Qorin.
Yaitu bahwa jin Biasa hidupnya di ‘alam jin, ‘alam ghaib, adalah suatu ‘alam yang terpisah dengan ‘alam manusia, sebagaimana firman-Nya:
إِنَّهُۥ يَرَٮٰكُمْ هُوَ وَقَبِيلُهُۥ مِنْ حَيْثُ لَا تَرَوْنَهُمْ ۗ
“Sesungguhnya ia (Iblis) dan pengikut-pengikutnya (para jin) melihat kamu (manusia) dan suatu tempat yang kamu tidak bisa melihat mereka”. (QS Al-‘Araf: 27).
Sedangkan jin Qorin hidupnya di ‘alam manusia, ‘alam manusia adalah ‘alam tempat hidupnya jin Qorin, sebab jin Qorin menyatu dengan gerak langkah manusia. Jin Qorin adalah jin yang tugasnya mendampingi manusia dari pada saat manusia lahir sampai manusia meninggal. Wujud Jin Qorin amat sama dengan wujud manusia yang menjadi tuannya.
Rasulullah -shallallahu ‘alaihi wa sallam- bersabda:
ما منكم من أحد إلاوقد وكل به قرينه من الجن
“Setiap orang di antara kalian telah diutus untuknya seorang qorin (pendamping) dari golongan jin”. (Hadits Riwayat Muslim).
Nah karena jin Qorin secara nonstop mendampingi manusia yang jadi tuannya secara terus-menerus, maka berarti Jin Qorin hidupnya tidak di ‘alam ghoib (‘alam jin), tetapi hidup di ‘alam manusia untuk mendampingi kita.
Akhirul kalam ana menyampaikan bahwa, ada dua jenis jin, Jin Biasa dengan Jin Qorin. Cuman bedanya kalo Jin Biasa hidupnya di ‘alam jin (‘alam ghaib) sedangkan Jin Qorin hidupnya di ‘alam manusia yang memang dia adalah pendamping setia manusia selama hidup di dunya.
Wallahu a’lam bi showwab…………………
 

Senin, 22 Juni 2015

Kisah 7 orang pemuda & seekor anjing

“Kisah Ashabul Kahfi”
merupakan suatu kisah benar mengenai beberapa orang pemuda yang tertidur di dalam sebuah gua, dan cuma bangun 309 tahun kemudian.
Pemuda-pemuda beriman ini hidup pada masa Raja Diqyanus di Rom, beberapa ratus tahun sebelum diutusnya Nabi Isa ‘alaihissalaam Mereka hidup di tengah masyarakat penyembah berhala dengan seorang raja yang zalim. Demi menjaga iman, mereka melarikan diri dari kota, dikejar oleh tentera raja untuk dibunuh. Hingga pada suatu ketika, sampailah mereka di mulut sebuah gua yang kemudian dipakai sebagai tempat persembunyian.

Para Pemuda Beriman yang Berlindung di dalam Gua 

Penulis: Al-Ustadz Abu ‘Umar Muhammad hafizhahulla

          Para pembaca semoga Allah subhanahu wa ta’ala menanamkan dalam hati-hati kita keimanan, di antara bukti-bukti kebesaran dan kekuasaan Allah subhanahu wa ta’ala adalah kisah Ashabul Kahfi, yang didalamnya terdapat banyak pelajaran yang bisa kita petik, tentunya bagi orang-orang yang beriman kepada Allah subhanahu wa ta’ala dan hari akhir.

Kisah Ashhabul Kahfi

Saudara pembaca semoga Allah subhanahu wa ta’ala senantiasa memberikan rahmat dan hidayah-Nya kepada kita semua. Allah subhanahu wa ta’ala memberitakan kisah yang agung ini di dalam Al-Qur`an tepatnya dalam surat al Kahfi.
Allah subhanahu wa ta’ala berfirman:
“Kami kisahkan kepadamu (Muhammad) kisah ini dengan benar. Sesungguhnya mereka adalah pemuda-pemuda yang beriman kepada Rabb mereka, dan Kami tambahkan untuk mereka petunjuk.” (Al-Kahfi: 13)
Mereka adalah sekelompok pemuda yang beriman kepada Allah subhanahu wa ta’ala, yang meyakini bahwa tidak ada yang berhak diibadahi kecuali Allah subhanahu wa ta’ala semata, mereka teguh di atas keyakinan yang benar tersebut. Meskipun harus bertentangan dengan mayoritas kaum mereka yang berada dalam kesesatan, dan kesyirikan (menyekutukan Allah subhanahu wa ta’ala dengan sesembahan selain Allah subhanahu wa ta’ala).
Allah subhanahu wa ta’ala mengisahkan perkataan mereka di dalam firman-Nya:
“Lalu mereka pun berkata, “Rabb kami adalah Rabb seluruh langit dan bumi, kami sekali-kali tidak menyeru (beribadah kepada) Rabb selain Dia, Sesungguhnya kami kalau demikian (menyeru/beribadah kepada selain-Nya) telah mengucapkan perkataan yang amat jauh dari kebenaran.” Kaum kami ini telah menjadikan selain Dia sebagai Rabb-Rabb (untuk disembah). Mengapa mereka tidak mengemukakan alasan yang terang (tentang kepercayaan mereka)? Siapakah yang lebih zalim daripada orang-orang yang mengada-adakan kebohongan terhadap Allah?” (Al-Kahfi: 14-15)

Jumlah Mereka

Adapun jumlah mereka sebagian ahli tafsir menguatkan bahwa jumlah mereka tujuh orang dan yang ke delapan anjingnya, Allah menyebutkan persangkaan orang-orang ahlul kitab tentang jumlah mereka. Hal ini sebagaimana dalam firman-Nya (artinya):
“Nanti (ada orang yang akan) mengatakan (jumlah mereka) adalah tiga orang yang keempat adalah anjingnya, dan (yang lain) mengatakan, “(Jumlah mereka) adalah lima orang yang keenam adalah anjingnya,” sebagai terkaan terhadap barang yang gaib; dan (yang lain lagi) mengatakan, “(Jumlah mereka) tujuh orang, yang kedelapan adalah anjingnya.” Katakanlah, “Rabb-ku lebih mengetahui jumlah mereka; tidak ada orang yang mengetahui (bilangan) mereka kecuali sedikit.” Karena itu janganlah kamu (Muhammad) berdebat tentang hal mereka, kecuali perdebat lahir saja dan jangan kamu menanyakan tentang mereka (pemuda-pemuda itu) kepada seorang pun di antara mereka.” (Al-Kahfi: 22)

Berlindung di Gua

Setelah mereka sepakat bahwa tidak mungkin tetap tinggal bersama kaum mereka yang menyembah berhala, maka para pemuda tersebut bermusyawarah diantara mereka, dan memutuskan untuk berlindung di dalam sebuah gua demi menyelamatkan akidah dan keyakinan mereka. Setelah sebelumnya mereka berdoa kepada Allah subhanahu wa ta’ala:
“Wahai Rabb kami, berikanlah rahmat kepada kami dari sisi-Mu dan sempurnakanlah bagi kami petunjuk yang lurus dalam urusan Kami (ini).” (Al-Kahfi: 10)
Lalu Allah subhanahu wa ta’ala pun mengabulkan doa mereka dan memudahkan urusan mereka. Mereka berlindung di dalam sebuah gua yang cukup luas sehingga mereka bisa tinggal dengan nyaman di dalamnya. Allah juga menidurkan mereka di dalam gua tersebut, sebagaimana firman-Nya (artinya):
“Maka Kami tutup telinga mereka beberapa tahun dalam gua itu.” (Al-Kahfi: 11)
          Maksudnya Allah subhanahu wa ta’ala menidurkan mereka.

Penjagaan Allah terhadap Mereka

Para pembaca rahimakumullah, dalam tidurnya yang sangat panjang tersebut Allah menjaga tubuh mereka agar tidak rusak. Di antara bentuk penjagaan Allah subhanahu wa ta’ala adalah:
1. Sinar matahari tidak masuk ke dalam gua, sehingga tidak langsung mengenai tubuh mereka, dengan demikian mereka pun tidak merasa kepanasan dengan sengatan sinar matahari.
Allah subhanahu wa ta’ala berfirman:
“Dan kamu akan melihat matahari ketika terbit, condong dari gua mereka ke sebelah kanan, dan bila matahari terbenam menjauhi mereka ke sebelah kiri sedang mereka berada dalam tempat yang luas dalam gua itu. Itu adalah sebagian dari tanda-tanda (kebesaran) Allah. Barang siapa yang diberi petunjuk oleh Allah, maka dia lah yang mendapat petunjuk; dan barang siapa yang disesatkan-Nya, maka kamu tidak akan mendapatkan seorang pemimpin pun yang dapat memberi petunjuk kepadanya.” (Al-Kahfi: 18)
Para pembaca rahimakumullah, sebagaimana telah disebutkan di atas bahwa mereka ditidurkan oleh Allah, namun dengan kekuasaan-Nya, Allah menjadikan orang yang melihat mereka mengira bahwa mereka dalam terbangun.
Sebagaimana di dalam firman-Nya (artinya):
“Dan kamu mengira mereka itu bangun, padahal mereka tidur.” (Al-Kahfi: 17)
Mengapa demikian? Para ahli tafsir mengatakan hal itu terjadi karena mata mereka terbuka. (lihat Tafsir as-Sa’diyWallahu a’lam.
2. Penjagaan Allah agar tubuh mereka tidak dimakan tanah, yaitu dengan dibolak-balik tubuh mereka dalam tidur panjangnya itu, sehingga tubuh mereka tidak rusak dimakan tanah.
Allah subhanahu wa ta’ala berfirman:
“Dan Kami balik-balikkan mereka ke kanan dan ke kiri, sedang anjing mereka menjulurkan kedua kakinya di muka pintu gua.” (Al-Kahfi: 18)
3. Penjagaan Allah terhadap mereka dari orang-orang yang ingin mendekati mereka dengan adanya rasa takut sehingga tidak berani mendekati mereka.
“Dan jika kamu menyaksikan mereka tentulah kamu akan berpaling dari mereka dengan melarikan diri dan tentulah (hati) kamu akan dipenuhi oleh ketakutan terhadap mereka.” (Al-Kahfi: 18)

Lama Mereka Tinggal di Gua

Mereka tinggal di dalam gua itu dalam keadaan tertidur selama tiga ratus sembilan tahun (309 tahun), Allahsubhanahu wa ta’ala berfirman:
“Dan mereka tinggal dalam gua tersebut (selama) tiga ratus tahun dan ditambah sembilan tahun (lagi).”(Al-Kahfi: 25)
Lalu Allah subhanahu wa ta’ala membangunkan mereka agar saling bertanya-tanya di antara mereka sudah berapa lamakah mereka tinggal di dalam gua?
Allah subhanahu wa ta’ala berfirman:
“Dan demikianlah Kami bangunkan mereka agar mereka saling bertanya di antara mereka sendiri. Berkatalah salah seorang di antara mereka, “Sudah berapa lamakah kamu berada (di sini?).” Mereka menjawab, “Kita berada (di sini) sehari atau setengah hari.” Berkata (yang lain lagi), “Rabb kalian lebih mengetahui berapa lamanya kalian berada (di sini).” (Al-Kahfi: 19)
Kemudian mereka merasakan lapar, lalu diutuslah salah seorang di antara mereka dengan membawa uang perak untuk membeli makanan.
Maka didapati oleh pemuda tersebut negeri (yaitu negeri Diqsus) yang sudah berubah, penduduknya pun telah berganti, tidak dia dapati lagi pemerintah yang mengenali mereka, dan tidak seorang pun yang dia kenal dari penduduk negeri tersebut.
Maka suruhlah salah seorang di antara kalian untuk pergi ke kota dengan membawa uang perakmu ini, dan hendaklah dia lihat manakah makanan yang lebih baik, maka hendaklah ia membawa makanan itu untuk kalian, dan hendaklah ia berlaku lemah-lembut dan janganlah sekali-kali menceritakan hal kalian kepada seorang pun.
Sesungguhnya jika mereka dapat mengetahui tempat kalian, niscaya mereka akan melempar kalian dengan batu, atau memaksa kalian kembali kepada agama mereka, dan jika demikian niscaya kalian tidak akan beruntung selama lamanya.
Dan demikian (pula) Kami mempertemukan (manusia) dengan mereka, agar manusia itu mengetahui, bahwa janji Allah itu benar, dan bahwa kedatangan hari kiamat tidak ada keraguan padanya.” (Al-Kahfi: 19-21)

sumber : http://kaahil.wordpress.com/2012/04/15/bagus-kisah-cerita-riwayat-ashhabul-kahfi-kisah-7-orang-pemuda-seekor-anjing-yang-tertidur-selama-309-tahun-di-dalam-gua-doa-ashabul-kahfi-ketika-di-dalam-gua-hikmah-kisah-as/

Kamis, 04 Juni 2015

ALQURAN MELUNAKKAN HATI YANG KERAS

Kisah berikut ini adalah kisah tentang seseorang yang memiliki hati yang keras, mudah membunuh, zalim, dan sifat-sifat kejam lainnya, kisah ini adalah kisah Hajjaj bin Yusuf.
Hajjaj adalah gubernur Irak di zaman pemerintahan Khalifah Abdul Malik bin Marwan, sebelumnya ia adalah gubernur Madinah. Hajjaj dikenal sebagai pemimpin zalim dan sangat mudah menumpahkan darah rakyatnya. Imam adz-Dzahabi mengatakan, “Dia orang yang sangat zalim, tiran, amibisius, perfeksionis, nista, dan kejam. Di sisi lain ia adalah seorang yang pemberani, ahli strategi dan rekayasa, fasih dan pandai bernegosiasi, serta sangat menghormati Alquran.” Ada yang mengatakan, Hajjaj telah membunuh kurang lebih 3000 jiwa di antara nyawa yang ia hilangkan adalah seorang sahabat yang mulia Abdullah bin Zubair dan seorang tabi’in Said bin Jubair. Hajjaj wafat pada tahun 95 H.
Dengan rekam jejak yang kelam itu, sangat jarang kita mendengarkan kisah yang baik dari perjalanan kehidupan Hajjaj bin Yusuf. Namun siapa sangka, ternyata ia sangat mudah tersentuh ketika mendengar ayat-ayat Alquran.
Diriwayatkan dari Abu Sa’id, ia berkata, “Hajjaj pernah berkhutbah di hadapan kami, dia berkata, ‘Wahai anak Adam, sekarang kamu dapat makan, tapi besok kamu akan dimakan’. Kemudian dia membaca ayat, “Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati.” (QS. Ali Imran: 185). Kemudian ia menangis hingga air matanya membasahi surbannya. Inilah bahasa Alquran, inilah kalamullah, yang mampu menghancurkan gunung yang kokoh, karena takut dan tunduk kepada Allah.
لَوْ أَنْزَلْنَا هَٰذَا الْقُرْآنَ عَلَىٰ جَبَلٍ لَرَأَيْتَهُ خَاشِعًا مُتَصَدِّعًا مِنْ خَشْيَةِ اللَّهِ
Seandainya Alquran ini Kami turunkan kepada gunung, pasti kamu akan melihatnya tunduk terpecah belah disebabkan takut kepada Allah. (QS. Al-Hasyr: 21)
Tafsir ayat:
Ibnu Katsir berkata, “Allah Subhanahu wa Ta’ala memberikan sebuah kabar umum yang universal dan berlaku bagi seluruh makhluk, bahwa setiap yang berjiwa pasti akan merasakan mati. Dalam firman-Nya disebutkan,
كُلُّ مَنْ عَلَيْهَا فانٍ . وَيَبْقَى وَجْهُ رَبِّكَ ذُو الْجَلالِ وَالإكْرَامِ
Semua yang ada di bumi itu akan binasa. Dan tetap kekal wajah Tuhanmu yang mempunyai kebesaran dan kemuliaan. (QS. Ar- Rahman: 26-27)
Hanya Allah Subhanahu wa Ta’ala Yang Maha Esa lagi Maha Perkasa, yang akan abadi dan kekal, dan Dia adalah Maha Akhir sebagaimana Dia yang Maha Awal.
Ayat ini mengandung peringatan bagi seluruh manusia, karena manusia pasti akan mati. Apabila batas waktunya berakhir, maka manusia akan dikembalikan kepada Rabb mereka dengan amalan mereka masing-masing. Kemudian Allah Subhanahu wa Ta’ala menciptakan kiamat dan akan membalas seluruh amal perbuatan semua makhluk. Oleh karena itu, setelah berfirman bahwa semua manusia akan mati, Allah lanjutklan firman-Nya
وَإِنَّمَا تُوَفَّوْنَ أُجُورَكُمْ يَوْمَ الْقِيَامَةِ ۖ فَمَنْ زُحْزِحَ عَنِ النَّارِ وَأُدْخِلَ الْجَنَّةَ فَقَدْ فَازَ ۗ وَمَا الْحَيَاةُ الدُّنْيَا إِلَّا مَتَاعُ الْغُرُورِ
Dan sesungguhnya pada hari kiamat sajalah disempurnakan pahalamu. Barangsiapa dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam surga, maka sungguh ia telah beruntung. Kehidupan dunia itu tidak lain hanyalah kesenangan yang memperdayakan.” (QS. Ali Imran : 185)
Pelajaran dari kisah:
  1. Orang yang dikenal sangat zalim pun masih menangis mendengar ayat-ayat tentang kematian, bagaimana dengan kita? Apakah hati kita merasa takut dan bergetar ketika mendengar ayat-ayat tentang kematian? Atukah hati kita lebih keras dari pada gunung?
  2. Tidak boleh men-cap seseorang yang senantiasa berbuat keburukan sebagai penghuni neraka. Sebagaimana Hajjaj -kita serahkan kepada Allah keadaannya di akhirat-, dikatakan Hajjaj pernah berdoa di akhir hayatnya “Ya Allah ampunilah aku, walaupun manusia menyangka Engkau tidak mengampuniku.”
  3. Allah menjadikan Alquran itu mudah untuk ditadabburi bagi orang-orang yang ingin merenungkan kandungan maknanya.
  4.  Seseorang hendaknya mengamalkan apa yang ia ketahui dan ia dakwahkan. Sebagaimana Hajjaj yang mengetahui bahwa Allah akan menghisab amalan manusia, hendaknya ia berbuat kebaikan sebagai realisasi dari apa yang ia ketahui dan yakini.
  5. Hajjaj memang pemimpin yang zalim dan mudah membunuh, tapi dari sisi keyakinannya terhadap Alquran ia lebih baik daripada orang-orang liberal yang tampil bersahaja namun mengingkari ayat Alquran yang bertentangan dengan akal mereka dan menafsirkannya sesuai dengan hawa nafsu mereka.

Sumber: Tangisan Salaf Ketika Membaca dan Mendengarkan Alquran oleh Muhammad Syauman bin Ahmad ar-Ramali

Selasa, 02 Juni 2015

Mati Suri Menurut Pandangan Islam

Mati Suri Menurut Pandangan Islam- Mati suri merupakan sebuah fenomena yang tak asing lagi ditelinga kita. Mati suri adalah dimana kejadian orang yang sudah mati dapat hidup kembali. Hal itu memanglah diluar logika kita sebagai manusia, hampir tidak dapat dipercaya bagaimana mungkin orang yang sudah divonis mati dapat hidup lagi. Bagaimana islam menanggapi kejadian Mati Suri ? Berikut ini penjelasan selengkapnya mengenai Mati Suri dalam Pandangan Islam.

Mati Suri Menurut Pandangan Islam

Agama Islam dapat menjelaskan fenomena Mati Suri ini secara rasional. Agar dapat memahami makna dari Mati Suri, haruslah dapat dipahami terlebih dahulu mengenai makna kehidupan dan kematian dalam konsep Islam.

Dalam sebuah Hadits Qudsi, kematian didefinisikan sebagai pintu yang menghubungkan antara dunia dan akhirat. Setiap orang pasti mati dan setiap orang pasti melewati pintu kematian tersebut. Sedangkan kehidupan adalah bergabungnya antara roh dan tubuh atau jasad.

"Ketika ada orang yang mendekati pintu kematian, maka pintu akan terbuka sehingga bisa kelihatan alam transisi, yang disebut alam barzakh atau alam kubur," jelas DR. H. Asep Usman Ismail, MA, Dosen Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Jakarta, dikutip dari detikHealth.

Pengakuan Orang Yang Pernah Mati Suri
Asep adalah orang yang pernah mengalami Mati Suri. Menurutnya orang yang Mati Suri tidaklah disebut mati. Karena dalam kejadiannya, ia tidaklah melewati pintu tersebut, melainkan hanya melihat cahaya yang terbuka dari alam kubur.

Prinsipnya, mati suri hampir sama dengan tidur, yaitu ketika satu ujung tali roh masih terikat di tubuh atau jasad. Asep menjelaskan, dalam konsep Islam roh diibaratkan seperti tali yang memiliki dua ujung dan terikat pada tubuh. Dalam kondisi sadar, berarti kedua ujung tali roh sedang terikat pada tubuh.

Namun pada saat tidur, salah satu ujung tali roh terlepas dari tubuh sehingga memungkinkannya melayang-layang atau sering disebut dengan mimpi.

Mati Suri Dalam Al-Quran
"Pada saat mati suri, di dalam Al Qur'an dijelaskan bahwa salah satu ujung tali roh terlepas tapi dia masih hidup karena ujung yang lain masih terikat dan itu yang membuatnya bisa kembali hidup lagi. Hampir sama dengan orang tidur," lanjut Asep, yang juga menjabat sebagai Dewan Pakar Pusat Studi Al Qur'an.

Karena ikatan roh dan tubuh terlepas sebagian, maka orang yang mati suri bisa merasakan pengalaman seperti berada di dunia lain, terbang bebas, melihat terowongan, yang tidak lain adalah mendekati pintu kematian.

Roh tidak terikat materi jadi bisa berpindah kemana saja. Roh bersifat fleksibel, metafisik. Kalau kedua ikatan roh terlepas dari tubuh, maka orang tersebut baru dinyatakan meninggal. Ini semua bisa dijelaskan secara ma'qul (rasional) dalam Islam.

Demikianlah penjelasan singkat mengenai Mati Suri Menurut Pandangan Islam. Semoga artikel ini dapat bermanfaat dan menjadi renungan kita sebagai umat Islam. Kematian itu pasti akan datang. Hanya saja kita tidak tahu kapan dan dimana kematian akan menjemput. Untuk itu perbanyaklah amalan dan ibadah untuk bekal kita saat waktu itu datang nantinya.

By. Aris

Sains dan Teknologi dalam Pandangan Islam

Tolak ukur era modern ini adalah sains dan teknologi. Sains dan teknologi mengalami perkembangan yang begitu pesat bagi kehidupan manusia. Dalam setiap waktu para ahli dan ilmuwan terus mengkaji dan meneliti sains dan teknologi sebagai penemuan yang paling canggih dan modern. Keduanya sudah menjadi simbol kemajuan dan kemodernan pada abad ini. Oleh karena itu, apabila ada suatu bangsa atau negara yang tidak mengikuti perkembangan sains dan teknologi, maka bangsa atau negara itu dapat dikatakan negara yang tidak maju dan terbelakang.
Islam tidak pernah mengekang umatnya untuk maju dan modern. Justru Islam sangat mendukung umatnya untuk melakukan research dan bereksperimen dalam hal apapun, termasuk sains dan teknologi. Bagi Islam sains dan teknologi adalah termasuk ayat-ayat Allah yang perlu digali dan dicari keberadaannya. Ayat-ayat Allah yang tersebar di alam semesta ini, dianugerahkan kepada manusia sebagai khalifah di muka bumi untuk diolah dan dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya.
Pandangan Islam tentang sains dan teknologi dapat diketahui prinsip-prinsipnya dari analisis wahyu pertama yang diterima oleh Nabi Muhammad saw.
Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang Menciptakan, Dia Telah menciptakan manusia dari segumpal darah. Bacalah, dan Tuhanmulah yang Maha pemurah, Yang mengajar (manusia) dengan perantaran kalam, Dia mengajar kepada manusia apa yang tidak diketahuinya. (QS. Al-Isra: 1-5)
Peradaban Islam pernah memiliki khazanah ilmu yang sangat luas dan menghasilkan para ilmuwan yang begitu luar biasa. Ilmuwan-ilmuwan ini ternyata jika kita baca, mempunyai keahlian dalam berbagai bidang. Sebut saja Ibnu Sina. Dalam umurnya yang sangat muda, dia telah berhasil menguasai berbagai ilmu kedokteran. Mognum opusnya al-Qanun fi al-Thib menjadi sumber rujukan utama di berbagai Universitas Barat.
Selain Ibnu Sina, al-Ghazali juga bisa dibilang ilmuwan yang representatif untuk kita sebut di sini. Dia teolog, filosof, dan sufi. Selain itu, dia juga terkenal sebagai orang yang menganjurkan ijtihad kepada orang yang mampu melakukan itu. Dia juga ahli fiqih. Al-Mushtasfa adalah bukti keahliannya dalam bidang ushul fiqih. Tidak hanya itu, al-Ghazali juga ternyata mempunyai paradigma yang begitu modern. Dia pernah mempunyai proyek untuk menggabungkan, tidak mendikotomi ilmu agama dan ilmu umum. Baginya, kedua jenis ilmu tersebut sama-sama wajib dipelajari oleh umat Islam.
Adapun kondisi umat Islam sekarang yang mengalami kemunduran dalam bidang sains dan teknologi adalah disebabkan oleh berbagai hal. Sains Islam mulai terlihat kemunduran yang signifikan adalah selepas tahun 1800 disebabkan faktor eksternal seperti pengaruh penjajahan yang dengan sengaja menghancurkan sistem ekonomi lokal yang menyokong kegiatan sains dan industri lokal. Contohnya seperti apa yang terjadi di Bengali, India, saat sistem kerajinan industri dan kerajinan lokal dihancurkan demi mensukseskan “revolusi industri” di Inggris.
Sains dan teknologi adalah simbol kemodernan. Akan tetapi, tidak hanya karena modern, kemudian kita mengabaikan agama sebagaimana yang terjadi di Barat dengan ideologi sekularisme. Karena sains dan teknologi tidak akan pernah bertentangan dengan ajaran Islam yang relevan di setiap zaman.
Di dunia Islam, ilmu pengetahuan modern mulai menjadi tantangan nyata sejak akhir abad ke-18, terutama sejak Napoleon menduduki Mesir pada 1798 dan makin meningkat setelah sebagian besar dunia Islam menjadi wilayah jajahan atau pengaruh Eropa. Serangkaian peristiwa kekalahan berjalan hingga mencapai puncaknya dengan jatuhnya Dinasti Usmani di Turki. Proses ini terutama disebabkan oleh kemajuan teknologi militer Barat.


Ketika sains dan teknologi Muslim tertinggal dari Eropa dan berusaha mengejar ketertinggalan itu maka timbulah dua sikap, yaitu merumuskan sikap terhadap perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi peradaban Barat modern, serta sikap terhadap tradisi Islam. Kedua unsur ini masih mewarnai pemikiran Muslim hingga kini.
Saat ini sains teknologi telah dikuasai dunia Barat yang jelas-jelas ingin menghancurkan umat Islam, seperti yang dilakukan oleh Israel terhadap Palestina. Karena teknologi yang tidak dilandasi dengan akhlakul kharimah akan menjadi penghancur dan merusak bumi. Padahal Islam sejak turunnya kitab suci Al Qur’an dan diutusnya Nabi Muhammad saw. sebagai Rasulullah. Menunjukkan bahwa teknologi yang terkandung di dalam kitab suci Al-Qur’an akan membawa rahmat bagi segenap umat di muka bumi ini.
Contoh lainnya, kemajuan dalam dunia farmasi. Banyak obat-obatan disalahgunakan seperti narkoba, yang dilakukan oleh orang-orang tak bertanggung jawab untuk menghancurkan generasi muda. Begitu juga melalui media-media dengan memasukan unsur-unsur pornografi dan pornoaksi yang mencoba menghancurkan akhlak dan menyebarkan kemaksiatan di muka bumi.
Karena itu marilah kita umat Islam yang sedang giat-giatnya mengejar ketertinggalan teknologi dari dunia Barat agar pandai memilah dan memilih teknologi yang pantas kita kembangkan atau tidak. Semoga Allah melindungi umat Islam dari bahaya kemajuan teknologi Barat yang saat ini tengah membumi.

Keistimewaan Ibadah dan Amalan Malam Nisfu Sya’ban

Malam nisfu Sya’ban adalah malam pada pertengahan bulan Syaban yang diyakini sebagai malam yang mulia. Bagi seluruh umat Islam, mereka mengutamakan amalan-amalan tertentu pada bulan tersebut karena mengandung banyak keistimewaan. Ada juga yang berpendapat bahwa malam tersebut disebut malam bara’ah atau pembebasan, karena pada malam tersebut ada dua pembebasan.  Pertama, pembebasan orang-orang yang sengsara dari Allah , Tuhan Yang Maha Penyayang.
Kedua, pembebasan para wali dari orang-orang yang hina dina. Ada juga yang menyebutkan bahwa para malaikat memiliki dua malam raya di langit, layaknya kaum Muslim memiliki hari raya di bumi. Malam raya para malaikat adalah pada malam bara’ah serta malam Lailatul Qadar. sementara hari raya orang-orang yang muslim adalah pada hari Idul Fitri serta hari raya Idul Adha. Hari raya para malaikat berlangsung pada malam hari karena mereka tidak tidur, sementara hari raya orang-orang Mukmin-
berlangsung pada siang hari karena pada malam hari  mereka tidur. Ada juga beberapa amalan yang dapat dilakukan pada malam Nisfu Syaban. Diantaranya yang diyakini adalah dengan melaksanakan sholat sunnah dua rakaat setelah salat maghrib, lalu memabca surat Yasin, dan kemudian dilanjutkan dengan membaca doa nisfu Syaban. Bagi seluruh umat Islam di Indonesia, membaca surat Yasin pada malam tersebut diyakini mempunyai beberapa keistimewaan.
[ MuhammadKhotib/HD ]

Senin, 01 Juni 2015

Hikmah dan Manfaat Dibalik Gerakan Shalat

 Shalat sudah lama kita kerjakan, tapi mungkin kita masih belum mengerti apa hikmah shalat yang kita kerjakan. Tidak ada satupun perintah Allah yang tidak bermanfaat bagi kita, semua pasti memiliki hikmah, mari kita sedikit menilik gerakan shalat dari segi science.

1). Berdiri dan Takbir
Hikmah dan Manfaat yang Terkandung didalamnya adalah :
a.      Mampu menjaga keseimbangan tubuh
Posisi takbir kita yaitu dengan mengangkat tangan hingga sejajar dengan bahu atau telinga, secara otomatis kita membuka dada bukan? Gerakan tersebut membuat aliran darah pembuluh balik yang terdapat di lengan mengalir ke bagian pengatur keseimbangan tubuh dan membuka mata serta telinga kita yang berada di otak, sehingga keseimbangan kita terjaga.
b.      Melancarkan peredaran darah
Setelah melakukan takbir kita bersedekap, yaitu mendekapkan tangan kanan di atas tangan kiri dan meletakkannya di antara perut dan dada. Kondisi ini membuat pembuluh darah balik kita yang berada di tangan kiri terjepit sehingga pembuluh darah di tangan kanan kita mengembang.
c.       Melancarkan peredaran darah ke kepala
Ketika mengangkat tangan saat hendak ruku’ semburan darah berkecepatan tinggi yang berasal dari pembuluh darah di tangan kanan kita akan mengisi pembuluh darah kita yang ada di kepala.

2). Ruku’
Hikmah dan Manfaat yang Terkandung didalamnya adalah :
a.      Merawat kelenturan tulang belakang
Posisi ruku’ yang benar  adalah dengan menekuk badan hingga dengan pinggul bagian belakang sebagai sudutnya. Punggung dan kepala lurus, kedua tangan bertumpu pada kedua lutut dengan posisi jari yang tidak merapat antara satu jari dengan jari yang lain. Pandangan mata menuju ke tempat sujud. Posisi ruku’ yang sempurna dapat merawat kelenturan tulang belakang.
b.      Ruku’ juga dapat memelihara tuas sistem keringat
Yaitu tuas sistem keringat yang ada di punggung, pinggang, paha, dan betis. Dan jika kita menjaga posisi ruku’ yang benar yaitu mengangkat kepala hingga sejajar dengan punggung dengan mata tertuju ke tempat sujud, tulang leher, dan saraf memori yang ada di tengkuk akan terpelihara dengan baik
c.       Merawat organ pencernaan
Gerakan berdiri dari ruku’ adalah olahraga pencernaan yang baik. Dimana organ-organ pencernaan di dalam tubuh kita akan mengalami pemijatan dan pelonggaran akibat gerakan yang kita lakukan. Sehingga pencernaan di dalam tubuh jika kita mengerjakan shalat dengan baik, kontinu, tuma’ninah, dan khusyu’ pencernaan kita akan lebih lancar.

3). I’tidal dan sujud
Hikmah dan Manfaat yang Terkandung didalamnya adalah :
a.      Menjaga saraf Keseimbangan tubuh
Pada saat mengangkat kedua tangan ketika hendak melakukan i’tidal aliran darah dari kepala turun ke bawah dan membuat bagian otak yang mengatur keseimbangan tubuh mengalami penurunan tekanan darah. Hal ini dapat menjaga saraf keseimbangan tubuh kita.
b.      Sujud adalah keadaan dimana seorang hamba sangat dekat dengan Allah
” Keadaan yang paling dekat antara hamba dengan Tuhannya adalah saat ia bersujud. Maka perbanyaklah do’a di kala sujud itu! ” (HR. Muslim). Menurut Profesor Sholeh, seorang Psikoneurog dari Universitas Harvard, gerakan sujud sebenarnya mengantarkan manusia pada derajat yang setinggi-tingginya. Penjelasan dari pernyataan beliau adalah karena pada saat sujud, posisi jantung kita berada di atas kepala bukan? Dengan melakukan sujud secara rutin, pembuluh darah di kepala terlatih untuk menerima pasokan darah.
c.       Sujud dapat meningkatkan kecerdasan kita.
Otak akan mendapatkan pasokan darah kaya oksigen sehingga memacu kerja sel-sel otak, hal tersebut mengakibatkan kecerdasan dan daya pikir kita meningkat.
d.      Dapat membuat kita berpikiran lebih jernih dan arif
Dr. Fidelma O’leary seorang Neurolog dari Saint Edwards University Texas, memeluk Islam setelah menemukan rahasia di balik gerakan shalat, ia sangat kagum dengan rahmat dan anugerah yang diberikan oleh Allah SWT. Beliau melakukan penelitian terhadap saraf manusia, pada saat itu ia menemukan sejumlah urat saraf di dalam otak tidak bisa dimasuki darah kecuali dengan cara bersujud. Urat tersebut memerlukan darah dengan kadar tertentu, dan kadar tersebut sesuai dengan banyak waktu kita melakukan shalat 5 waktu. Darah tersebut diperlukan agar kita dapat berpikir lebih arif dan jernih.

4). Duduk ( diantara dua sujud, tahiyyat awal dan akhir)
Hikmah dan Manfaat yang Terkandung didalamnya adalah :
a.      Dapat menyeimbangkan sistem elektrik dan saraf keseimbangan dalam tubuh
Posisi duduk diantara dua sujud dan tahiyyat awal dengan menekuk kaki dan jari-jarinya saat kita duduk dapat menyeimbangkan sistem elektrik dan keseimbangan tubuh.
b.      Mencegah pengapuran
Duduk tahiyyat awal jika dilakukan agak lama akan mengaktifkan kelenjar keringat sehingga dapat mencegah pengapuran pada kaki.
c.       Menjaga agar kaki bisa menopang tubuh secara optimal
Hal tersebut bisa tercapai karena pembuluh darah balik di atas pangkal kaki juga akan tertekan sehingga darah memenuhi seluruh telapak kaki dan membuat pembuluh darah di pangkal kaki pengembang.

5). Salam
Hikmah dan Manfaat yang Terkandung didalamnya adalah :
a.      Menjaga kelenturan urat leher
Kontraksi otot-otot di kepala akan menghasilkan energi panas dan zat-zat yang diperlukan untuk rehabilitasi jaringan yang rusak. Salam dengan menengok ke kanan dan kiri secara maksimal akan mencegah penyakit kepala dan tengkuk kaku.


Ilustrasi
Demikianlah hikmah dari tiap dari gerakan shalat yang kita kerjakan. Tentunya masih banyak jutaan hikmah lain dalam shalat yang tidak kita ketahui, penjelasan diatas hanyalah sebagian kecil dari hikmah yang terkandung dalam shalat. Semoga dengan mengetahui hikmah shalat dapat mempertebal iman kita dan membuat kita lebih ikhlas dan semangat dalam mengerjakan shalat. Mudah-mudahan artikel ini bermanfaat bagi diri saya pribadi dan orang lain agar lebih meningkatkan tingkat keimanan dan ketaqwaan kita serta lebih semangat lagi dalam menjalankan shalat yang wajib maupun yang sunnah. Amiin Ya Rabbal ‘Alamiin

Oleh : Saifurroyya